dopsi Anak Versus Human Trafficking: Analisis KasusAdopsi Anak Luar Kawin Bayi Lentina

Authors

  • Bernadeta Resti Nurhayati Faculty of Law and Communication, Universitas Katolik Soegijapranata, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.51921/chk.xafy4508

Keywords:

adopsi anak, human trafficking, kepentingan terbaik anak

Abstract

Menurut ketentuan Undang-Undang Perkawinan, isteri yang
tidak dapat melahirkan keturunan merupakan alasan bagi suami untuk
berpoligami atau bahkan sebagai alasan untuk bercerai. Demikian
pentingnya kehadiran seorang anak, sehingga pasangan suami isteri
yang dalam perkawinannya tidak memiliki anak seringkali berusaha
mendapatkan anak dengan jalan adopsi. Namun adopsi yang tidak
dilaksanakan secara benar dapat menjadi bumerang bagi para
pelakunya, karena dapat dikenai pasal mengenai human trafficking atau
praktik jual beli manusia. Adopsi sendiri telah lama dikenal dalam
masyarakat Indonesia, dengan berbagai tujuan. Namun perihal adopsi,
peraturannya masih tersebar dalam berbagai undang-undang dan Surat
Edaran Mahkamah Agung. Adopsi bila tidak dilaksanakan secara hatihati dan taat norma dikawatirkan dapat disalahgunakan oleh orangorang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan human trafficking.
Tulisan ini mengkaji aspek hukum adopsi dan human trafficking
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan
Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan
pada kasus adopsi Bayi Lentina di Medan

Downloads

Published

2020-03-10

How to Cite

dopsi Anak Versus Human Trafficking: Analisis KasusAdopsi Anak Luar Kawin Bayi Lentina. (2020). Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma, 22(1), 44-51. https://doi.org/10.51921/chk.xafy4508